Lokasi Kampanye Prabowo Di Simpang Lima Di Pindahkan

Lokasi Kampanye Prabowo Di Simpang Lima Di Pindahkan

2 views
0

Jakarta – Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo -Sandi mengganti lokasi kampanye pasangan calon Koalisi Adil Makmur itu yang awalnya akan di lakukan di Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah. Kemudian, Prabowo akan melakukan kampanye di Stadion Sriwedari, Kota Solo, pada (10/4/2019) nanti.

Prasetyo Hadi selaku Direktur Saksi BPN Prabowo-Sandi, memastikan jika kampanye terbuka Prabowo di Simpang Lima, telah dibatalkan. BPN menyatakan, bahwa pemerintah daerah terdekat tidak mengeluarkan izin terhadap Prabowo untuk melakukan kampanye terbuka di jantung kota terbesar kelima di Indonesia itu.

BPN juga telah memberikan permintaan maaf kepada masyarakat Jawa Tengah, karena tidak dapat melakukan kampanye di Simpang Lima. Hal itu di sampaikan oleh Prasetyo saat berada di Jakarta, pada (4/4/2019).

“Sudah dipastikan batal, dan kami sangat menyesalkan tidak dikeluarkannya izin di lokasi itu (Simpang Lima),” ungkap dia.

BPN memberitahukan yang menjadi lokasi pengganti untuk kampanye Prabowo di Semarang. BPN menyatakan, bahwa Prabowo akan melakukan kampanye pidato politik di stadion Sriwedari, Kota Solo.

“Malah di Solo kita dapat izinnya,” jelas dia.

Dia menyatakan, jika tim kampanye Prabowo-Sandi lebih tertantang untuk melakukan kampanye di lokasi Stadion Sriwedari, sebab, Kota Solo adalah salah satu wilayah pendukung capres kubu Petahana. Di ketahui memang capres dari kubu Petahana itu berasal dari Kota Solo, juga pernah menjabat sebagai wali kota Solo selama dua periode.

Prasetyo mengungkapkan, terus menyayangkan ketetapan dari Pemerintah Kota Semarang yang tidak memberikan izin pemakaian Simpang Lima untuk menjadi lokasi kampanye terbuka untuk Prabowo. Dai menilai, tidak di berikannya izin tersebut, memperlihatkan adanya perlakuan ketidakadilan.

Lokasi Kampanye Prabowo Di Simpang Lima Di Pindahkan

Lokasi Kampanye Prabowo Di Simpang Lima Di Pindahkan (rakyataktual.com)

Dia menuturkan, karena belum lama ini, Simpang Lima tersebut dijadikan tempat konser Apel Kebangsaan grup band dalam negeri yang menghadirkan sejumlah massa. Prasetyo menilai, hal tersebut menjadi kacau saat kegiatan pesta yang memakan biaya sebanyak Rp 18 miliar, di pertengahan Maret 2019 tersebut lebih di pentingkan dari kegiatan kampanye politik paslon capres.

Bahkan, tutur Prasetyo, pemerintah daerah setempat seharusnya bisa lebih mementingkan untuk kegiatan kampanye. Karena, kampanye terbuka di  dalam pemilihan umum presiden, adalah ajang tertinggi di negeri ini.

“Presiden itukan pemimpin tertinggi di negara ini. Dan tidak salah menjadikan pilpres itu menjadi kontestasi tertinggi. Tetapi mengapa, untuk acara kontestasi tertinggi itu, pemerintah (setempat) malah tidak mengeluarkan izin. Sementara untuk acara yang lain seperti Apel Kebangsaan, itu dibolehkan,” tutur Prasetyo.

Tetapi, caleg dari Partai Gerindra tersebut juga mengatakan, jika sebenarnya kampanye terbuka Prabowo-Sandi sampai saat ini sering kali berhadapan dengan kesulitan dalam birokrasi. Bila jadwal kampanye terbuka di Simpang Lima tidak di beri izin oleh pemerintah setempat, dan juga beberapa usaha untuk mempersulit izin pun terjadi sebelumnya.

Dia memberikan contoh, kampanye terbuka Prabowo di Bogor sebenarnya banyak sekali hambatan. Sebab, dia mengaungkapkan, seharusnya dengan jumlah massa yang hadri sekitar puluhan ribu, kampanye tersebut bisa dilakukan di dalam Stadion Pakansari. Tetapi, pemerintah kabupaten hanya memberikan izin kampanye terbuka di luar stadion saja.

“Di Bandung, di Riau juga, kami sebenarnya dipersulit. Yang di Sidoarjo (Stadion Gelora Deltras), juga hampir batal,” pungkas Prasetyo.

About author

Your email address will not be published. Required fields are marked *