Strategi Prabowo-Sandi Dari E-KTP, Masyarakat Bisa Jangkau Semua Fasilitas Negara

Strategi Prabowo-Sandi Dari E-KTP, Masyarakat Bisa Jangkau Semua Fasilitas Negara

5 views
0

Jakarta – Mantan wakil gubernur DKI Jakarta yang saat ini menjadi Calon Wakil Presiden no urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno dengan spontan mengeluarkan dompet yang berada di kantongnya saat berada di dalam Debat Pilpres 2019 ketiga. Di dalam dompet tersebut dia mengambil satu buah kartu yakni Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP yang dia punya. Dia menilai, jika e-KTP telah cukup untuk seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan fasilitas kesehatan serta fasilitas negara lainnya.

Tindakan tersebut di lakukan untuk menandingi rencana tiga kartu yang di wacanakan oleh pasangan capres-cawapres kubu Petahana. Dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di dalam e-KTP, masyarakat tidak sulit lagi untuk membawa banyak kartu dalam berbagai macam keadaan. Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menjelaskan hal yang di lakukan oleh Sandi di dalam debat tersebut. Hal itu dia sampaikan pada saat berada di Media Center Prabowo-Sandi, di Jl. Sriwijaya, Jakarta Selatan, pada 18/3/2019.

“Kartu-kartuan itu kan pemborosan, ini (e-KTP) lebih efisien karena kita koneksikan dengan sistem integritas nasional,” ungkap Dahnil Anzar.

Strategi Prabowo-Sandi Dari E-KTP, Masyarakat Bisa Jangkau Semua Fasilitas Negara

Strategi Prabowo-Sandi Dari E-KTP, Masyarakat Bisa Jangkau Semua Fasilitas Negara (rakyataktual.com)

Dahnil menjelaskan, jika keterkaitan e-KTP dengfan berbagai sistem integrasi nasional akan di masukan di dalam rencana 100 hari Prabowo-Sandi jika nantinya menang di Pilpres 2019 mendatang. Dia melanjutkan, dengan lewat chip yang ada di dalam e-KTP tersebut, seluruh fasilitas pemerintah di katakan dapat terjangkau, contohnya, NPWP, BPJS, dan yang lainnya.

“Sehingga tinggal masukkan saja NIK-nya. Jadi ini terkoneksi dengan semua hal, NPWP, BPJS, semua, makanya lubang-lubang seperti NIK ganda, kita benahi dalam 100 hari pertama,” jelas Dahnil.

Dahnil menilai, jika Prabowo-Sandi tidak ingin jika anggaran negara yang sudah di gunakan untuk e-KTP tidak di gunakan dengan optimal. Bahkan, akan memperbanyak produksi kartu lagi dengan perkiraan dana yang di gunakan akan meningkat.

“Jadi kan ini era digitalisasi, tapi kenapa justru Pak Jokowi memakai banyak kartu? Di sisi lain pemborosan, ini sudah ada kartunya (e-KTP) tidak dimanfatkan sayang, maka kami akan manfaatkan,” pungkas dia.

 

About author