Cekcok PPP-PKB, Nasib Koalisi Petahana Di Ujung Tanduk Perpecahan

Cekcok PPP-PKB, Nasib Koalisi Petahana Di Ujung Tanduk Perpecahan

9 views
0

Jakarta – Koalisi dari tim Petahana berada di ujung tanduk perpecahan. Hal tersebut terjadi usai terjadinya kemelut antara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) soal kasus jual beli jabatan yang di buat oleh Ketum PPP Romi alias Romahurmuziy. Hal itu di sampaikan oleh Muslim Arbi sebagai pengamat politik, pada 18/3/2019.

Sebab sebelum itu, PKB menyatakan jika Romi merupakan musuh Islam. Dan Sebaliknya, PKB di katakan oleh PPP memiliki kasus kardus durian yang mengikutsertakan Cak Imin.

“PPP tidak terima PKB yang menyebut kelakuan Romi musuh Islam. Dan PPP menyebut PKB punya kasus kardus durian yang melibatkan Cak Imin,” ujar Muslim.

Muslim menilai, jika percekcokan antara PPP dengan PKB tersebut membuat para simpatisan dan juga anggota kedua partai menjadi berganti pilihan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden no urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.

“Sekarang sudah ada PPP Khittah yang mengarahkan suara ke Prabowo,” ungkap pengamat politik itu.

Zaini Shofari selaku Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kota Bandung, dia merasa jengkel dengan ungkapan yang di berikan oleh Maman Imanulhaq selaku Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) paslon kubu Petahana yang menyatakan jika Romi sebagai musuh Islam. Hal itu di katakan karena Romi yang terperangkap kasus korupsi.

Cekcok PPP-PKB, Nasib Koalisi Petahana Di Ujung Tanduk Perpecahan

Cekcok PPP-PKB, Nasib Koalisi Petahana Di Ujung Tanduk Perpecahan (rakyataktual.com)

Zaini Shofari menilai, jika tidak memiliki keterlibatan untuk ikutserta dalam permasalahan internal yang tengah di jalani oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Hal itu di sampaikannya pada 17/3/2019.

“Seharusnya setiap peristiwa apapun harus dijadikan bagian dari sebuah kesadaran berpolitik, bukan kemudian mencabik-cabik apalagi memaki dan menghujat internal partai lain,” ujar dia.

Dia juga mengungkapkan, jika ungkapan Maman tersebut sangat menyindir umat Islam serta Keluarga Besar PPP. Sebab, Maman tidak bisa memposisikan dirinya menjadi sosok Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama PBNU yang semestinya bisa memastikan jika perjuangan NU berasaskan rahmatan lil ‘alamin.

“Apa makna ‘Islam ramah, bukan marah’ jika setiap peristiwa harus jadi bahan ‘Al-Makki’ dan ‘Al-Hujjat’,” ungkap dia.

Kemudian juga Zaini menyatakan, jika Maman sebagai anggota PKB bukan merupakan pihak yang berhak untuk menyelesaikan kasus yang di alami oleh Romi.

“PPP tidak pernah turut campur dan merecoki sedikit pun urusan partai lain. Reshuffle menteri PKB tidak pernah kita komentari. Pun Ketum DPP PKB, Cak Imin, terjerat Kardus Durian, kita pun tidak merecoki,” pungkas dia.

About author