Ini Alasan Gus A’am Sebut Keadaan NU Terdesak Dan Darurat

Ini Alasan Gus A’am Sebut Keadaan NU Terdesak Dan Darurat

43 views
0

Jakarta – Salah satu cucu dari pendiri NU, KH. Wahab Chasbullah, yakni H. Agus Solachul A’am Wahib (Gus A’am Wahib) telah megitari sejumlah daerah untuk memperkuat kelompok pendukung Komite Khitthah 1926 Nahdlatul Ulama atau KK 26 NU. Seperti para sesepuh NU yang berada di pulau Jawa maupun yang di luar pulau jawa. Hal itu di sampaikannya pada 7/3/2019.

“Hasilnya, ribuan kiai dan habaib menyatakan siap berada di belakang dzurriyah muassis NU demi menyelamatkan organisasi yang kini menjadi kuda troyo politik serta dalam kepungan kaum liberal,” ungkapnya.

Dia menilai, jika KK 26 NU telah menginventarisasi sebanyak 3000 Kiai dan juga Habaib juga para pemuda pecinta NU. Mereka sudah menyaksikan serta menerima langsung jika saat ini dzurriyah muassis NU sudah turun tangan.

“Para pecinta NU dari berbagai daerah itu merasa terpanggil, memberikan ghiroh yang tinggi ingin NU benar-benar kembali ke khitthah. Bahkan mereka ingin NU kembali ke Jombang, kembali ke dzurriyah muassis. Karena yang ada sekarang telah melakukan penyimpangan besar-besaran,” jelasnya.

Gus A’am, beberapa Kiai serta Habaib di Pasuruan telah melakukan pembacaan hizib serta doa istighotsah. Dan kegiatan tersbut di gelar dengan biaya patungan dari para pemuda kampung, dan mereka memberikan doa agar NU segera kembali ke khitthah 26.

“Mereka juga miris kalau sampai 01 terpilih. Mengapa? Karena kalau sampai ini memang, alamat NU akan semakin rusak, semakin menjadi tunggangan politik. Mereka berharap 02 yang terpilih, dengan begitu lebih mudah membenahi NU,” tuturnya.

Bukan hanya siap untuk membiayai sendiri, namun juga untuk halawah yang ke tujuh, mereka telah siap untuk memasak makanan sendiri.

“Peserta halaqah siap, meski harus memasak sendiri seperti di pondok dulu,” kata dia.

Dzurriyah muassis NU giat untuk turun tangan yakni KH Hasib Wahab, Gus A’am Wahib Wahab, KH Salahudin Wahid (Gus Solah), Gus Irfan Yusuf Hasyim, dan yang lainnya.

Ini Alasan Gus A'am Sebut Keadaan NU Terdesak Dan Darurat

Ini Alasan Gus A’am Sebut Keadaan NU Terdesak Dan Darurat (rakyataktual.com)

“Ini sudah sangat mendesak, kalau sampai dibiarkan dzurriyah muassis yakin, NU akan hilang, akan menjadi organisasi politik untuk kepentingan kelompok,” ujarnya.

Gus A’am menuturkan, untuk saat ini kekeliruan di PBNU bukan hanya penghalauan politik, namun juga telah banyak masuk ke aqidah. Denagn persoalan itu mereka tak merasa bersalah, justru mereka merasa jauh lebih pintar. Perbincangan kata ‘Kafir’ di dalam Munas NU, semakin nampak semakin jelas, kemana NU akan di singkirkan. Dan dia mengatakan jika hal tersebut sudah menjadi persaolan yang genting.

“Tidak perlu orang pintar, masyarakat awam saja paham, bahwa, semua itu kepentingan politik. NU sudah dijadikan alat politik. Mereka tidak lagi peduli, bagaimana kecewanya para muassis NU, bagaimana kecewanya para dzurriyah muassis,” terangnya.

“Ini mendesak, sudah darurat!,” sambungnya.

Prof. Dr. Ahmad Zahro selaku moderator halaqah ke-6 Komite Khitthah (KK) 26 NU ini mengungkapkan, bagaimana caranya untuk menyelamatkan NU dari tangan para politisi dan juga kaum liberal yang merusak NU dari dalam. Halawah tersebut di berlokasi di PP Al-Qutub, Cipadung, Cibiru, Bandung, pada 6/3/2019.

“Ini halaqah paling ‘hidup’. Kita tinggal merumuskan bagaimana cara menyelamatkan NU secepatnya dari tangan para politisi maupun kaum liberal yang merusak NU dari dalam. Silakan hadir dalam pertemuan tertutup Kamis 14 Maret, di PP Tebuireng. Kita bisa bicara sak katoke (sepuas-puasnya red.),” ungkapnya Prof. Dr. Ahmad Zahro.

Habib Abdullah bin Ali Al Hadad dari Jakarta menjelaskan, jika NU telah di rusak oleh pengurusnya sendiri. Dan hal tersebutlah yang menyebabkan NU menjadi di benci oleh banyak orang. Sebab, perbuatan pemimpin NU yang keluar dari keharusannya. Dan menurutnya, saat ini NU menjadi sangat mudah untuk di pesan untuk kepentingan individu.

Bukan hanya itu saja, Gus Hilmi Asshiddiqie dari PP Al-Hikam Depok mengkritis tajam soal penyalahgunaan aqidah ahlussunnah waljamaah di dalam tubuh NU. Apalagi, dia menilai, jika sejarah keilmuan hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari telah di simpangkan ke Muktazilah.

“Kalau ditegur mereka bilang hoax. Padahal, faktanya mereka lakukan secara organisasi. Sumber terpercaya menyebut pangkaderan NU sudah disusupi muktazilah. Bahkan Munas NU masyaAllah, sudah berubah, bahtsul masailnya menggunakan kitab muktazilah. Karena itu, Komite Khitthah ini sangat dibutuhkan untuk mengembalikan NU pada relnya. Ingat pesan KH Ahmad Shiddiq, paling bahaya adalah muktazilah,” tuturnya.

Ini Alasan Gus A'am Sebut Keadaan NU Terdesak Dan Darurat (rakyataktual.com)

Ini Alasan Gus A’am Sebut Keadaan NU Terdesak Dan Darurat (rakyataktual.com)

Ada sejumlah kesimpulan yang di dapatkan dari Halaqah ke-6 Komite Khitthah NU yang di utarakan oleh Prof. Dr. Ahmad Zahro selaku moderator kegiatan tersbut.

Pertama, ada perusakan NU dari dalam. Bukan hanya politik, tetapi juga soal aqidah. Kedua, bahwa NU semakin memihak (politik) semakin terkoyak. Politik adalah hak pribadi, tidak boleh menunggangi NU. Ketiga, KK 26 NU sudah on the track (berada di jalan yang benar) dan kini semakin besar dukungan dari kiai, habaib serta warga nahdliyin,” tegasnya.

KH Salahuddin Wahid atau yang di sapa Gus Solah menilai, jika antusias untuk mendirikan khitthah tersebut harus di jalankan. Khitthah yang pertama kali di ungkapkan oleh oleh KH Achyat Chalimi (Mojokerto) di tahun 1954. Kemudian di tahun 1971 di sampaikan lagi oleh Mbah Wahab alias KH Wahab Chasbullah hingga setelah itu Muktamar NU ke 27 di Situbondo, Jawa Timur, pada tahun 1984.

Menurut Gus Solah, saat ini banyak pemuda NU yang khawatir melihat kelanjutan NU. Komite Khitthah 26 NU akan selalu berusaha untuk mendirikan Khittihah. Jika ada yang mengharapkan agar pendirian Khitthah di jalankan usai Pilpres 2019 ataupun juga di tahun 2020. Namun, NU akan terus bergerak, sebab tak ada keterkaitan dengan politik.

“KK 26 NU harus bersih dari politik praktis. Kalau kita berpolitik, apa bedanya dengan mereka yang kita kritisi. Sekarang banyak anak muda NU di berbagai tempat yang gelisah melihat perkembangan NU belakangan ini. Jadi akeh bolone (banyak temannya red.),” terangnya.

Kiai Said Thowil sempat bermimpi berjumpa dengan Gus Dur. Dan di dalam mimpi tersebut Gus Dur yang tengah duduk, seketika meminta untuk di bantu berdiri. Dari mimpi itu, dia menangkap pesan, bila KK 26 NU harus tetap kuat, dan harus bangkit.

“Saya menangkap pesan bahwa KK 26 NU ini harus kuat, dan harus massif. Jika perlu ajak umat Islam yang punya kepedulian terhadap Islam ahlusunnah waljamaah untuk bersama-sama ikut memenahi NU. Kita harus bangkit,” tutupnya.

About author