Capres Petahana Ungkap Impor Beras Turun, Nyatanya Naik 2,5 Kali Lipat

Capres Petahana Ungkap Impor Beras Turun, Nyatanya Naik 2,5 Kali Lipat

19 views
0

Jakarta – Guru Besar ekonomi Pertanian Universitas Lampung, Bustanul Arifin menyangkal pernyataan yang di sampaikan oleh calon presiden kubu Petahana yang menyatakan, bahwa impor beras sejak 2014 terus mengalami menurun. Mengambil informasi dari Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi Badan Pusat Statistik (BPS) sampai Februari 2019, Bustanul menyatakan, bahwa impor beras sejak 2015 sampai 2018 ternyata meningkat 160 persen atau lebih 2,5 kali lipat. Hal itu di sampaikan oleh Bustanul di dalam diskusi di Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Jakarta Pusat, pada 18/2/2019.

“Begitu disampaikan soal beras itu, itu ga benar, dari data bulanan yang saya kumpulkan ga benar, Jokowi bilang menurun, entah siapa yang bilangin itu,” ungkap Bustanul.

Pada kuartal IV 2014, Indonesia mengimpor sebanyak 503 ribu ton dengan biaya mencapai US$ 239 juta. Di ketahui, capres kubu Petahan mulai menjabat menjadi presiden pada awal kuartal IV yakni 20 Oktober 2014. Tahun 2015, impor beras meningkat 71 persen menjadi 861 ribu ton atau sama dengan US$ 351 juta.

Pada tahun 2016, impor beras kembali meningkat 49 persen menjadi 1,2 juta ton dengan nilai sebanyak US$ 531 juta. Impor sempat menurun drastis di tahun 2017 sebanyak 75 persen dan menjadi hanya 311 ribu ton dengan nilai US$ 143 juta. Tetapi pada tahun selanjutnya yakni 2018, impor meningkat drastis mendekati 624 persen menjadi 2,2 juta ton dengan biaya mencapai US$ 1 miliar.

Bukan hanya itu, kebijakan impor beras di masa pemerintahan saat ini pun di penuhi dengan ketidaksepahaman anatara anak buahnya. Seperti pada 11/01/2018 lalu, terjadi peningkatan harga beras medium di beberapa daerah di Jakarta, Jawa Barat, dan juga Jawa Tengah. Pada itulah, Enggar mengungkapkan, bahwa pemerintahan impor sebanyak 500 ribu ton beras dari Vietnam dan Thailand sambil menanti panen raya Februari-Maret 2018 lalu.

“Saya tidak mau mengambil resiko kekurangan pasokan,” ungkap Enggar.

Capres Petahana Ungkap Impor Beras Turun, Nyatanya Naik 2,5 Kali Lipat

Capres Petahana Ungkap Impor Beras Turun, Nyatanya Naik 2,5 Kali Lipat (rakyataktual.com)

Tetapi sehari selanjutnya, Kementerian Pertanian malah memprtanyakan alasan Kementerian Perdagangan mengimpor 500 ribu ton beras. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Sumarjo Gatot Irianto, menyatakan, sampai pada saat ini produksi beras masih mencukupi untuk memenuhi keperluan nasional.

“Kami tidak bisa memahami mengapa Menteri Perdagangan sebelumnya membuat pernyataan tidak mengimpor, tapi sekarang balik arah,” tutur Sumarjo.

Ketidaksepahaman antara anak buah Presiden Jokowi pun terjadi pada September 2018. Bergantian Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso yang kecewa dengan pernyataan Enggra ketika Enggar pemerintah sedang mengimpor beras. Enggar saat iru, menyebut urusan sewa gedung beras menerima beras impor bukan menjadi perannya. Mendapat hal tersebut, Budi yang biasa di sapa dengan Buwas menjelaskan, bahwa urusan tersebut sepatutnya menjadi peran bersama instansi pemerintah. Hal itu di sampaikannya di Kantor Bulog, Jakarta Selatan, pada 19/09/2018 lalu.

“Kalau ada yang jawab soal Bulog sewa gudang bukan urusan kita, mata mu! Itu kita kan sama-sama negara,” pungkas Budi.

About author