Tim Ekonomi Prabowo-Sandi : Potensi Kebocoran Dana Negara Hingga Rp 1.000 T

Tim Ekonomi Prabowo-Sandi : Potensi Kebocoran Dana Negara Hingga Rp 1.000 T

3 views
0

Jakarta – Tim Ekonomi, Penelitian, dan Pengembangan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Harryadin Mahardika mengungkapkan, bahwa ada peluang kebocoran anggaran negara yang hingga Rp 1.000 triliun lebih. kebocoran itu di hitung mulai pada 2015 sampai 2018.

Harryadin Mahardika menyatakan, bahwa beberapa informasi yang berkaitan dengan kebocoran itu untuk menjawab tantangan dari presiden sata ini menurut pernyataan calon presiden no urut 02 Prabowo Subianto adanya kebocoran anggaran negara sebanyak 25% atau dengan peluang mencapai Rp 500 triliun. Hal itu di ungkapkannya dalam keterangan tertulis, pada 11/2/2019

“Joko Widodo menantang hal yang disampaikan Prabowo tersebut dibuktikan dengan data agar tidak dianggap hoax,” ungkap Mahardika.

Menurut penelitian kecil yang di lakukan oleh Harryadin Mahardika ada 26 poin peluang kebocoran yang di nilainya bisa di hubungkan dengan kebocoran peluang pendapatan negara ataupun juga kebocoran yang di sebabkan oleh pemborosan APBN dan juga korupsi.

Dia menjabarkan, ke-26 yang di tujukan yakni terdiri dari 5 poin yang berkaitan dengan korupsi, 10 poin yang berkaitan dengan peluang kehilangan pendapatan negara, 6 poin peluang denda yang tidak tertagih atau di rendahkan harganya, 4 poin yang berkaitan dengan pemborosan dana, dan kemudian 1 poin untuk potensi utang pemerintah yang tidak tertagih.

“Pada akhirnya jumlah yang berhasil saya identifikasi adalah potensi kebocoran sebesar Rp 1.113 triliun selama 2015-2018, atau sebesar Rp 278 triliun per tahun,” tuturnya.

Tim Ekonomi Prabowo-Sandi : Potensi Kebocoran Dana Negara Hingga Rp 1.000 T

Tim Ekonomi Prabowo-Sandi : Potensi Kebocoran Dana Negara Hingga Rp 1.000 T (rakyataktual.com)

Mahardika menggabungkan data itu memakai sumber-sumber referensi yang ada di masyarakat, yaitu hasil kajian, laporan audit, vonis pengadilan, wawancara, materi seminar serta rilis media.

Di jabarkannya, poin-poin dengan nilai kebocoran besar yakni di hilangkannya denda kerusakan lingkungan oleh Freeport mencapai Rp 185 triliun , potensi hilangnya pendapatan negara dari ekspor batu bara yang tidak di informasikan sebesar Rp 133 triliun. Setelah itu, potensi pemborosan di kementrian/lembaga menurut perkiraan Kemenpan-RB Rp 392 triliun, potensi utang tidak tertagih pemerintah pusat yang di sisihkan sebesar Rp 127,3 triliun.

“Juga ada potensi pemborosan yang terkait pencabutan aturan larangan rapat di hotel, dan potensi kehilangan pendapatan akibat pembatalan kenaikan cukai rokok,” pungkasnya.

About author