Sandi Di Keluhkan Petani Tebu Rugi Di Sebabkan Kebijakan Impor Gula

Sandi Di Keluhkan Petani Tebu Rugi Di Sebabkan Kebijakan Impor Gula

6 views
0

Brebes – Calon wakil Presiden no urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno melakukan perbincangan dengan masyarakat dan juga para petani yang ada di Brebes, Jawa Tengah. Para petani tebu mengeluhkan kepada Sandi, terkait dengan kebijakan impor gula yang menurut mereka dapat merugikan. Hal itu di sampaikan oleh salah satu petani tebu yang bernama Abdul Choir di Lapangan Desa Wlahar Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada 10/2/2019.

“Duh pak, petani ini menangis, tidak ada yang nolongin. Kenapa sih impor gula terus? Kasihan petani tebu ini”, ungkap Abdul Choir.

Abdul Choir menjelaskan, akibat dari impor gula membuat pabrik di Jawa Tengah menjadi gulung tikar. Dia menyatakan banyak petani yang merugi seba kebijakan itu.

“Bayangkan pak, pabrik gula yang tadinya ada 13 di Jawa Tengah, sekarang tinggal lima. Saya mau tanya apa yang ada di benak bapak biar petani nggak menangis?,” jelas Abdul.

Sandi kemudian menjawab keluhan dari Abdul, dia menuturkan, bahwa sudah membuat kontrak politik dengan para petani untuk menghentikan impor gula. Dia kemudian berkomitmen akan menghadirkan kembali pabrik gula pemerintah.

“(Kontrak politik) salah satunya stop impor saat petani tebu panen serta menghidupkan kembali pabrik gula pemerintah,” tutur Sandiaga.

Sandi Di Keluhkan Petani Tebu Rugi Di Sebabkan Kebijakan Impor Gula

Sandi Di Keluhkan Petani Tebu Rugi Di Sebabkan Kebijakan Impor Gula (rakyataktual.com)

Terkait dengan tebu, Sandi telah menandatangani kontrak politik dengan para petani tebu yang ada di Lumajang pada tahun lalu. Terdapat tujuh permintaan dari para petani yang harus di jalankan, bila nantinya di berikan amanat untuk memimpin masyarakat Indonesia pada Pilpres 2019 mendatang. Hal itu di sampaikan oleh Sandi ketika melakukan kampanye di Kediri, Jawa Timur, pada 20/12/2018.

“Saya bacakan lagi kontrak tujuh poin yang diminta para petani tebu untuk dibenahi. Stop impor, memberantas mafia pangan, subsidi pupuk, aat-alat pertanian, revitalisasi pabrik gula pelat merah, memberikan kredit lunak dan ringan pada petani tebu, menghapus monopoli penjualan gula serta memperbaiki tata niaga gula. Ini sudah saya tandatangani, Insya Allah saya akan penuhi jika amanat diberikan kepada Pak Prabowo dan saya,” pungkasnya.

About author