Prabowo Singgung Kaum Intelek Karena Tidak Peduli Dengan Keadaan Indonesia

Prabowo Singgung Kaum Intelek Karena Tidak Peduli Dengan Keadaan Indonesia

14 views
0

Jakarta – Diketahui pada acara Pidato Kebangsaan waktu lalu, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyinggung kaum intelektual yang seakan – akan masa bodoh terkait kondisi bangsa Indonesia saat ini. Prabowo menilai banyaknya kaum intelektual yang sangat mengabaikan bahkan acuh saja terhadap permasalahan yang ada.

Perihal tersebut disampaikan kembali di ribuan pendukung pada saat dirinya berorasi di acara deklarasi Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia yang diadakan di Gedung Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, pada Sabtu (26/01/19).

Dan diketahui bahwa dalam acara tersebut dihadiri sebanyak 115 univearsitas dari seluruh Indonesia, institut, serta sekolah tinggi untuk memberikan dukungannya kepada calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandi di Pemilihan Presiden 2019. Isi Orasi Prabowo Subianto diantaranya yakni membahas mengenai masalah impor pangan, angka kemiskinan serta hutang negara.

Dan dalam acara tersebut juga dihadiri oleh tokoh-tokoh politisi dari Partai Gerindra, Ferry Mursidan Baldan, Amien Rais, Ichanuddin Noorsy, Rocky Gerung, Ibunda Sandiaga Uno Mien Uno, Agus Harimurti Yudhoyono, Rahmawati Soekarnoputri , Titiek Soeharto, Mantan Menpora Adhyaksa Dault, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Dan dalam acara tersebut Prabowo menyinggung mengenai permasalahan kaum intelektual yang kini banyak sekali yang seolah tidak peka mengenai permasalahan yang ada di Indonesia.

Prabowo Singgung Kaum Intelek Karena Tidak Peduli Dengan Keadaan Indonesia

Prabowo Singgung Kaum Intelek Karena Tidak Peduli Dengan Keadaan Indonesia

“Terus terang beberapa hari terakhir saya khawatiri  dengan kaum intelektual (orang-orang berilmu) diam di tengah pendzoliman rakyat, di tengah kemiskinan rakyat, diam di tengah diserahkannya kedaualtan rakyat kepada bangsa lain,” ujar Prabowo Subianto.

Kemudian calon presiden nomor urut 02 Prabowo menceritakan pengalamanannya pada saat dirinya masih aktif menjadi tentara. Prabowo mengatakan bahwa dirinya sering kali bercengkrama langsung dengan masyarakat kecil, kondisis ini dinilai tidak wajar karena Prabowo menilai bahwa kaum intelektual sangat tidak peduli.

“Belasan tahun saya keliling. Karena saya memang seorang prajurit. Banyak orang tidak sadar tentara kalau orang susah kami yang pertama merasakan,” tutur Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra tersebut menilai bahwa pendidikannya sebagai tentara menjadikan dirinya sangat mengerti akan pangan untuk kedaulatan serta kemerdekaan.

“Makanya saya bingung banyak kaum interlektual dan pakar kita diem melihat ekonomi yang bagaimanapun sudah susah payah dibangun oleh Pak Soekarno dan Pak Soeharto.”

“Sekarang petani menangis karena impor semakin banyak.” lirih Prabowo.

 

 

About author