Prabowo-Sandi Janji Akan Gempur Pemasukan Pajak

Prabowo-Sandi Janji Akan Gempur Pemasukan Pajak

8 views
0

Jakarta – Langkah yang diyakini oleh salah satu anggota dewan Pakar BPN Prabowo – Sandi, untuk mengembangkan fisikal yang nantinya dipergunakan untuk belanja negara, yakni ialah dengan cara mendorong penerimaan pajak, dan hal tersebutlah yang nantinya akan dilakukan oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan juga Sandiaga Salahuddin Uno, jika nantinya Koalisi Adil Makmur menangi Pemilihan Presiden tahun 2019 mendatang.

Dikutip pada Rabu (23/01/19) “Di bawah Prabowo – Sandi penerimaan perpajakan mulai dari cukai, pajak, dan lain lain akan jadi tulang punggung stabilitas fisikal kita,” ucap Drajad saat berada di posko pemenangan Prabowo – Sandi di Jl Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Salah satu anggota politikus Partai Amanat Nasional tersebut mengatakan bahwa sumber fisikal kenyataannya tidak cuman pajak, akan tetapi juga meliputi non pajak serta hibah. Akan tetapi pemasukan non pajak selalu diakibatkan oleh faktor dari luar sehingga membuat susah untuk dikontrol. Akan tetapi untuk pemasukan hibah jumlahnya justru lebih kecil.

Djadjad menilai bhwa pemasukan non pajak saat ini sangatlah besar. Yang mendasari hal tersebut disebabkan oleh melemahnya nilai rupiah serta tingginya harga barang maupun produk sebagai contohnya ialah harga minyak.

Prabowo-Sandi Janji Akan Gempur Pemasukan Pajak

Prabowo-Sandi Janji Akan Gempur Pemasukan Pajak

“Kalau kita mengandalkan penerimaan non pajak dengan melemahnya nilai rupiah, maka rakyat yang menjadi korban. Jadi penerimaan non pajak bukan prioritas, tapi tetap akan kita kejar dan gali,” ucapnya.

Selain itu juga, Djadjad menilai, nantinya Prabowo – Sandi akan meninggikan rasio pajak. Dan apabila rasio pajak ditinggikan sebesar 5 %, akan menyebabkan pemasukan yang dihasilkan dari PBD sebanyak 14700 triliun atau sebesar 750 sampai dengan 800 triliun.

Dan sudah pastinya Djadjad mengklaim dengan cara menaikan tax ratio sebesar 5 % tersebut, tak hanya dengan jangka waktu satu tahun saja akan tetapi sampai dengan tahun 2024 hingga, jikalau setiap tahunnya ialah 1 %, akan terdapat pemasukan sebanyak 150 triliun per tahunnya.

About author