Pemerintahan Sekarang Hanya Banyakin Hutang, Prabowo Janji Akan Kurangi

Pemerintahan Sekarang Hanya Banyakin Hutang, Prabowo Janji Akan Kurangi

3 views
0

Jakarta – Sudah 4 tahun masa kepemimpinan dari pemerintahan saat ini, dan telah memupuk hutang pemerintah semakin besar menjadi RP 1.809 triliun. Berdasarkan data terakhir dari Kementrian Keuangan, bahwa hutang pemerintah pada akhir tahun 2018 sudah mencapai Rp 4.418 triliun.

Keadaan tersebut mendapat tanggapan dari ekonom Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, yakni Dradjad Wibowo. Dradjad mengatakan akan mengurangi hutang apabila nanti dirinya dengan Sandiaga wakilnya. menangi Pilpres 2019 mendatang.

Dikutip pada Rabu (23/01/19) di Jakarta “Pertama tentu penerbitan obligasi maupun penarikan utang bilateral dan multilateral akan kita kurangi. Itu langkah yang pertama. Otomatis harus dikurangi,” jelas Dradjad.

Lebih dalam, Dradjad menganggap bvahwa hutang Indonesia dari segi debt ratio, memang masih kecil. Akan tetapi secara teori ekonomi, Dradjad menilai bahwa masih cukup aman. Walaupun demikian, dirinya sangat kecewa dengan faktanya bahwa pembayaran hutang tersebut memakai dana APBN yang sangat besar.

“2017 kalau nggak salah anggaran pembayaran utang kita di atas Rp 500 triliun. Anggaran untuk infrastruktur itu hanya Rp 400 triliun. Artinya apa? Untuk membayar utang itu angkanya Rp 100 triliun lebih besar dari infrastruktur,” jelasnya.

Sedangkan infrastruktur adalah sesuatu yang sampai saat ini di elok-elokan presiden saat ini. Akan tetapi menurut Dradjat, masih banyak kebutuhan anggaran yang digunakan untuk infrastruktur justru sangat keok daripada kepentingan untuk membayar hutang.

“Jadi yang membuat utang ini menjadi masalah adalah karena dia memakan porsi yang terlalu besar di APBN. Kenapa demikian, karena tax ratio kita masih kecil. Jadi solusinya, kuncinya memang di tax ratio,” pungkas Dradjad Wibowo.

Pemerintahan Sekarang Hanya Banyakin Hutang, Prabowo Janji Akan Kurangi

Pemerintahan Sekarang Hanya Banyakin Hutang, Prabowo Janji Akan Kurangi

Dan nantinya Prabowo-Sandi akan membatasi angka defisit neraca perdagangan. Selaras dengan hal tersebut. kubunya akan mendorong pemasukan negara.

“Kalau penerimaan tidak kita genjot kita harus lihat dari sisi belanjanya. Harus kita sisir lagi. Kan sekarang banyak sekali belanja yang nggak efisien. Belanja infrastruktur lihat saja kan banyak yang nggak efisien. Ada lagi beberapa belanja lain,” jelasnya.

Dradjad menilai untuk infrastruktur jalan di Indonesia sekarang, kebutuhan anggaran apabila dibedakan dengan negara-negara maju dapat hingga 2 kali lipat. Oleh sebab itu, pos anggaran infrastruktur segera dipindahkan ke alokasi kebutuhan belanja lainnya.

“Karena dalam konteks stabilitas fiskal itu kita harus lakukan penyisiran ulang dalam belanja negara. Enggak [dipangkas], kita sisir, realokasi. Infrastruktur mungkin akan kita rasionalisasi,” bebernya.

Jadi, berapakah sasaran pemangkasan hutang yang diinginkan Prabowo-Sandi? Mengenai hal tersebut Dradjad tidak ingin asal-asalan dalam menyatakan angkanya. Ia pun menegaskan, masih akan memastikan perhitungannya sebelum diberitahukan kepada publik.

“Tapi yang jelas komitmennya adalah mengurangi utang. Harus kita itung sesuai dengan proyeksi pertumbuhan dunia. Karena lembaga-lembaga dunia mengatakan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia akan turun untuk 2019. Sehingga basenya kita akan jadi lebih rendah, akan kita itung ulang. Angka pastinya kita akan hitung ulang,” pungkasnya.

About author

Your email address will not be published. Required fields are marked *