Infrastruktur Saat Ini Di Kritik Jusuf Kalla, Prabowo-Sandi Akan Perbaiki Nantinya

Infrastruktur Saat Ini Di Kritik Jusuf Kalla, Prabowo-Sandi Akan Perbaiki Nantinya

3 views
0

Jakarta –  Melihat infrastruktur yang didirikan oleh pemerintahan saat ini dinilai kubu Prabowo-Sandi tidak semuanya yang dibangun juga bermanfaat untuk masyarakat. Karena itu pula apabila Koalisi Adil Makmur Prabowo-Sandi akan menkaji ulang mengenai kebijakan tersebut.

Dan dalam acara Pidato Kebangsaan yang diselenggarakan oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandi yang bertajuk ‘Indonesia Menang’ Dahnil Anzar Simana juntak yang juga merupakan Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandi juga sudah menegaskan mengenai masalah infrastruktur.

Dikutip pada Rabu (23/01/19) “Semua regulasi dan proyek infrastruktur yang merugikan negara dan rakyat seperti disampaikan Pak Prabowo pada pidato visi misi di JCC pada beberapa waktu lalu akan ditinjau ulang,” ujar Dahnil.

Tak hanya itu Dahnil juga mengomentari kritikan Wakil Presiden saat ini, Jusuf Kalla (JK) tentang infrastruktur yang sedang gencar-gencarnya didirikan oleh peerintah. Diketahui bahwa ada 3 proyek besar yang dikritik oleh JK, dari MRT yang dibuat di Palembang, LRT yang berada di pinggir tol Jagorawi serta Kereta Trans-Sulsel.

Mengenai hal tersebut, Dahnil pun mengakui bahwa pihaknya melihat adanya kekuatan pembangunan yang dibuat oleh pemerintahan saat ini malahan selalu membebani negara serta masyarakat Indonesia,. Dan juga, pembangunan tersebut dilaksanakan bukannya berdasarkan kemampuan APBN, akan tetapi dari tangan luar dalam menciptakan hutang negara.

Maka dari itu, Pasangan capres cawapres yang didukung oleh Partai Gerindra, PAN, PKS, Demokrat, dan Partai Berkarya ini juga berjanji untuk mempelajari ulang sejumlah infrastruktur presiden saat ini yang dinilai tidak sesuai dengan tujuan, apabila dalam pemilihan presiden 2019 mendatang, Prabowo-Sandi menang dan menerima mandat sebagai presiden dan wakil presiden.

Infrastruktur Saat Ini Di Kritik Jusuf Kalla, Prabowo-Sandi Akan Perbaiki Nantinya

Infrastruktur Saat Ini Di Kritik Jusuf Kalla, Prabowo-Sandi Akan Perbaiki Nantinya

“Jangan sampai proyek-proyek itu membebani masa depan ekonomi dan pembangunan Indonesia,” terang Dahnil.

Bahkan wakil presiden saat ini Jusuf Kalla juga sudah beberapa kali memberikan kritikan kritik kepada beberapa proyek infrastruktur yang mekin gencar dibuat pada pemerintahan saat ini. Yakni salah satunya pembangunan Light Rail Transit (LRT).

Jusuf Kalla yang menyindir keadaan LRT Palembang yang saat ini hanya sebagai bahan coba-coba para turis lokal yang berkunjung. “LRT Palembang jadikan coba-coba turis lokal saja,” ujar JK.

Oleh sebab itu, dirinya mengimbau agar nantinya pembangunan infreastruktur tak hanya memfokuskan aspek secara teknis saja , tetapi harus juga mengenai akibatnya terhadap perekonomian Indonesia.

“Ini suatu tanggung jawab kita semua untuk melihat itu sebagai bagian daripada evaluasi kita meningkatkan infrastruktur tapi juga manfaatnya bagaimana,” ujar JK.

Jusuf Kalla juga menyindir proyek pembangunan kereta api Trans Sulawesi yang ada di Makasar menuju Manado. Dan menurut Jusuf Kalla juga bahwa proyek tersebut tidak berdaya guna, sebab tak ada yang mau menggunakan transportasi tersebut.

“Sama kereta api Sulawesi-Manado, siapa yang mau naik ke Makassar? Barang apa yang mau diangkut dari selatan ke utara, utara ke selatan? Hanya perpendek saja di Sulawesi untuk kebutuhan memperbaiki industri. Kalau barang tidak akan efisien,” ujar JK.

Selain tentang LRT yang berada di Palembang, Jusuf Kalla juga menyinggung pembangunan LRT Jabodetabek yang sudah mengeluarkan biaya mencapai Rp 500 miliar per kilometernya (km). JK menilai bahwa pembangunan LRT menggunakan skema elevated (layang) menilainya sangat tidak berhasil.

“Saya kasih contoh, membangun LRT ke arah Bogor dengan elevated (jalur layang). Buat apa elevated kalau hanya berada di samping jalan tol?” kata JK.

Dan disejumlah negara, pembangunan infrastruktur LRT juga tak didirikan bersebrangan dengan jalan tol. Pembangunan jalan layang nantinya akan mengakibatkan biaya semakin membesar.

“Biasanya light train itu tidak dibangun bersebelahan dengan jalan tol, harus terpisah. Tapi bangunnya gitu. Siapa konsultan yang memimpin ini, sehingga biayanya Rp 500 miliar per kilometer,” ujar JK mengomentari proyek infrastruktur.

About author