Prabowo Hanya Ingin Memperingatkan Aparat Intelijen Bukan Menyinggungnya

Prabowo Hanya Ingin Memperingatkan Aparat Intelijen Bukan Menyinggungnya

8 views
0

Jakarta – Dalam acara Pidato Kebangsaan yang diadakan oleh Koalisi Adil Makmur, Prabowo mengkritik kinerja intelijen pada saat menyampaikan orasinya. Kemudian hal itu membuat Rachland Nashidik yang juga sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, menilai bahwa appa yang disampaikan oleh Prabowo merupakan sebuah peringatan saja.

Dan berdasarkan pidatonya yang diberi nama ” Indonesia Menang” menginginkan agar intelijen negara bekerja yang sebenanrnya, bukan untuk mengawasi para ulama-ulama, mantan presiden Indonesia, mantan ketua MPR, maupun mantan panglima TNI. Melainkan harus sesuai dengan yang seharusnya dilakukan seperti memberantas cyber crime, human trafficking, international drug trafficking, pencucian uang, dan lain sebagainya.

Rachland mengatakan kepada media bahwa “Itu adalah suatakau warning Pak Prabowo jangan sampai intelijen itu malah menginteli rakyat, apalagi menginteli presiden RI keenam. itu warning,” dikutip pada  Selasa lalu  (15/01/19).

Prabowo Hanya Ingin Memperingatkan Aparat Intelijen Bukan Menyinggungnya

Prabowo Hanya Ingin Memperingatkan Aparat Intelijen Bukan Menyinggungnya

Dan tak hanya seperti Prabowo yang dinilai Rachland untuk mengingatkan intelijen akan tetapi mantan Presiden ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono pun sama hal nya seperti apa yang dikatakan oleh Prabowo. Karena apa yang disampaikan oleh Prabowo hanya mengingatkan bahwa aparat intelijen tak perlu mengawasi keberadaan sejumlah tokoh masyarakat yang ada di kancah dunia politik.

Tak hanya itu, Rachland menilai bahwa SBY pun sangat mengeti dengan kinerja aparat intelijen karena SBY pun juga belum lama setelah dirinya usai menjabat menjadi Presiden yang ke 6. “Secara umum itu adalah suatu imbauan, seruan Pak Prabowo agar demokrasi, dijaga, dengan cara memastikan netralitas dari aparat-aparat negara terutama intelijen Kepolisian dan TNI,” katanya.

Selain pendapat dari Rachland, Ferdinand Hutahaen, yang juga merupakan Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Demokrat, mengatakan bahwa apa yang dikatakan oleh Prabowo adalah suatu peringatan kepada Badan Intelijen Negara (BIN) tidak memihak salah satu kontestasi dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

“Apa yang disampaikan pak Prabowo itu merupakan sebuah warning, peringatan agar BIN netral di dalam demokrasi ini,” ujar Ferdinand. Bukan tanpa alasan, Prabowo mengatakan hal tersebut. Karena menurut Ferdinand, Kepala BIN Budi Gunawan sering kali hadir dalam acara Partai Demokrasi Indonesia Indonesia (PDIP). “Kita melihat beliau sering hadir di PDIP, dan ini tentu saja bisa diindikasikan sebagai sebuah keberpihakan karena tidak seharusnya kepala BIN hadir di acara-acara partai politik,” katanya.

Lebih dalam, sejatinya Ferdinand yang juga merupakan  salah satu anggota BPN Prabowo-Sandi mengatakan Prabowo tidak sama sekali ingin menuduh BIN yang sedang mengawasi sejumlah tokoh masyrakat, termasuk pula SBY. Ferdinand menyampaikan bahwa sebenarnya Prabowo hanya ingin menyampaikan peringatan agar nantinya demokrasi di Indonesia dapat berjalan dengan baik.

“Supaya lembaga negara seperti BIN betul-betul hanya bertugas untuk mendeteksi dini musuh dan gangguan terhadap bangsa dan negara kita, tidak digunakan dan diperalat oleh kekuasaan untuk menginteli lawan politiknya,” pungkas.

About author