Sandi Yang Dikeluhkan Oleh Petani Tebu, Petani Lada, Dan Guru Honorer Di Bone

Sandi Yang Dikeluhkan Oleh Petani Tebu, Petani Lada, Dan Guru Honorer Di Bone

13 views
0

Makassar – Calon wakil presiden no urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno, di keluhkan oleh petani tebu dan lada karena harganya yang sedang menurun, dan juga guru honorer. Keluhan tersebut di terimanya ketika berkampanye di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada 26/12/2018.

Ketika dia singgah di Dusun Allorongenge, Desa Tanete Harapan, Kecamatan Cina, dia bertemu dengan kaum milenial, petani, dan perwakilan desa. setelah itu, ia bertemu dengan unsur relawan dan partai koalisi di Lapangan Persibo Bone.

Di kecamatan Cina, masyarakat menyampaikan keluhan kepada Sandi. Seperti, turunnya harga komoditas lada, tebu, lapangan pekerjaan susah di dapat dan status guru honorer.

terkait dengan harga tebu, mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, dia sudah menandatangani kontrak politik dengan petani Lumajang, Jawa Timur. Di dalam kontrak tersebut, ada 7 poin yang diminta petani tebu untuk dibenahi, terutama pemerintah harus menghentikan impor gula dan memberantas mafia pangan.

“Ada tujuh permintaan para petani yang harus diselesaikan jika diberi amanat menjadi pelayan masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah stop impor,” Ujar Sandi.

Untuk guru honorer, Sandi menjelaskan bahwa dia dan Prabowo telah menandatangani kontrak politik dengan para guru honorer kategori 2.

“Insya Allah 2019 akan kami perbaiki kesejahteraan para guru, petani tebu, dan lada,” jelas sandi.

Sandi Yang Dikeluhkan Oleh Petani Tebu, Petani Lada, Dan Guru Honorer Di Bone

Sandi Yang Dikeluhkan Oleh Petani Tebu, Petani Lada, Dan Guru Honorer Di Bone

Dia meminta untuk para relawan dan partai koalisi bekerja lebih keras lagi agar Prabowo-Sandi bisa menang.

“Tinggal 112 hari lagi menuju pilpres. Saya ingin menyampaikan pesan dari Pak Prabowo, kabarkan kepada kerabat, sahabat, tetangga dan banyak orang, fokus kami adalah ekonomi. Ekonomi yang menyediakan dan menciptakan lapangan kerja serta harga-harga kebutuhan pokok yang stabil terjangkau,” pungkasnya.

About author