Sandi Yang Dikeluhkan Petani Tomat Yang Gagal Panen

Sandi Yang Dikeluhkan Petani Tomat Yang Gagal Panen

11 views
0

Kediri – Calon wakil presiden no urut 02 di keluhkan oleh petani tomat yang gagal panen dan menyebabkan sebagian petani menjadi bertambah menderita, petani tomat tersebut bernama Maruf.

Mendengar hal itu membuat mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu menjadi terenyuh. Keluhan itu Sandi terimanya ketika berdialog dan bertemu dengan perwakilan desa se-Kabupaten Kediri dan petani tebu di Rumah Makan Lanny di Jl. Sukarno Hatta, Kediri, Jawa Timut, pada 20/12/2018.

“Jual tomat bikin sakit hati. 70 kilogram hanya dihargai Rp 7.000 Pak. Saya harap kalau jadi wapres perbaiki nasib ekonomi petani. Perlu ada Harga Eceran Terendah, sehingga kami tidak rugi Pak,” jelas Maruf.

“Sabar ya Pak Maruf,” kata Sandi sembari memeluk dan menepuk-nepuk pria paru baya itu.

Sandi berjanji kepada Maruf, akan melaksanakan program sebagaimana yang pernah di lakukannya di DKI Jakarta dengan Food Station. Dengan membeli langsung dari petani untuk penyederhanaan distribusi dn transparan agar para petani dan peternak dapat meningkatkan kesejahteraannya.

“Saya akan terapkan cara yang sama hanya levelnya saja yang kita naikkan secara nasional. Seperti Saat kami menggagas pembelian telur dari Blitar untuk menjaga pasokan agar harga telur di DKI Jakarta kala itu terus stabil dan terjangkau. Pembelian langsung dilakukan PT Tjipinang Food Station. Warga DKI butuh telur 260 ton per hari, 100 tonnya dari Blitar,” tuturnya.

Dan juga keluhan datang dari petani tebu yang bernama Bambang, ia mengeluhkan harga jual jatuh karena impor gula yang di lakukan oleh pemerintah.

“Kami petani tebu rasanya ingin menangis Pak, tapi ya air mata ini sudah kering. Harga jatuh. Lagi panen kok ya tega impor gula dari negara lain. Apakah mau mematikan petani,” ujar Bambang.

Sandi Yang Dikeluhkan Petani Tomat Yang Gagal Panen

Sandi Yang Dikeluhkan Petani Tomat Yang Gagal Panen

Terkait soal tebu Sandi mengaku telah menandatangani kontrak politik dengan para petani tebu di Lumajang. Ada 7 permintaan dari para petani yang harus di selesaikannya bila terpilih di Pilpres 2019 mendatang.

“Saya bacakan lagi kontrak tujuh poin yang diminta para petani tebu untuk dibenahi. Stop impor, memberantas mafia pangan, subsidi pupuk, alat-alat pertanian, revitalisasi pabrik gula pelat merah, memberikan kredit lunak dan ringan pada petani tebu, menghapus monopoli penjualan gula serta memperbaiki tata niaga gula. Ini sudah saya tandatangani, Insya Allah saya akan penuhi jika amanat diberikan kepada Pak Prabowo dan saya,” Jelas mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu.

About author