Berbagai Macam Penyakit Yang Paling Sering Menyerang Hidung

Berbagai Macam Penyakit Yang Paling Sering Menyerang Hidung

18 views
0

Penting untuk menjaga hidung agar tetap sehat. Selain untuk menyalurkan udara keluar masuk agar Anda bisa bernapas, hidung juga memainkan banyak peran penting lainnya untuk kesehatan. Misalnya untuk menyaring zat asing dan mencium bebauan di sekitar. Maka ketika ada masalah dengan hidung Anda, seluruh tubuh Anda bisa sangat terganggu. Apa saja macam-macam penyakit hidung yang paling umum terjadi?

Penyakit hidung yang umum, dari pilek sampai kanker

1. Pilek

Berbagai Macam Penyakit Yang Paling Sering Menyerang Hidung

Pilek merupakan penyakit hidung langganan semua kalangan, tanpa pandang bulu. Baik pria dan wanita, yang tua dan yang muda hampir semuanya pasti pernah mengalami pilek. Pilek biasanya disebabkan oleh infeksi rhinovirus. Gejala pilek biasanya muncul 1-3 hari setelah terpapar virus tersebut. Virus ini dapat menyebar melalui tetesan aiur liur yang menyembur di udara saat seseorang batuk, berbicara, atau bersin.

Kemudian, rhinovirus masuk ke tubuh orang sehat melalui mulut, mata, atau hidungnya. Selain hidung meler dan tersumbat, gejala pilek bisa termasuk sakit tenggorokan, bersin-bersin, demam ringan, badan pegal linu, dan sakit kepala. Pilek biasanya tidak berbahaya, tapi terkadang bisa juga menjadi gejala dari penyakit tertentu.

2. Flu (influenza)

Orang sering kali bingung membedakan flu dan pilek biasa. Kedua penyakit hidung ini memang memunculkan gejala yang mirip, namun keduanya disebabkan oleh virus yang berbeda. Influenza atau flu biasa disebabkan oleh tiga jenis virus flu, yaitu influenza A, influenza B, dan inluenza C. Jika pilek bisa terjadi kapan saja di sepanjang tahun, penyebaran flu biasanya lebih musiman.

Gejala flu sering datang tiba-tiba dan bisa berlangsung selama 7-10 hari, tapi flu bisa sembuh sepenuhnya dan tidak berbahaya. Namun, beberapa orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah bisa mengalami gejala flu yang cukup parah dan mungkin mengancam jiwa akibat komplikasinya. Jenis lain dari flu adalah flu burung (H5N1, H7N9) dan flu babi (H1N1).

3. Sinusitis

Sinusistis adalah penyakit hidung yang terjadi akibat peradangan pada rongga sinus, yaitu rongga di sekitar saluran hidung di belakang tulang wajah yang berisi udara. Gejala sinusitis dapat terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung hanya dalam waktu singkat (biasanya 4 minggu). Sinusitis ini biasanya disebut sinusitis akut. Namun jika gejalanya terjadi dalam waktu yang lebih lama, sekitar 3 bulan dan sering kambuh, ini disebut sinus kronis. Peradangan pada sinus bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur.

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, memiliki alergi, asma, atau penyumbatan struktural pada hidung atau sinus lebih mungkin mengalami sinusitis. Jika Anda mengalami sinusitis akut, perawatan yang mungkin diberikan adalah antibiotik, dekongestan, semprotan steroid, dan anthistamin. Namun jika tidak mempan dan sinusitinya malah makin sering kambuh, dokter mungkin akan menyarankan operasi sinusitis.

4. Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA)

Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) adalah infeksi akut yang menyerang satu komponen saluran pernapasan bagian atas. Organ yang termasuk ke dalam sistem saluran pernapasan atas meliputi hidung, sinus, faring (kerongkongan/tenggorok), dan laring (kotak suara). Penyebab ISPA adalah virus atau bakteri. Virus utama penyebab ISPA adalah rhinovirus dan coronavirus. ISPA dapat terjadi kapan saja, tapi paling sering terjadi pada musim hujan (dari bulan Oktober sampai Maret). ISPA juga cukup sering menyerang anak-anak.

Gejala ISPA yang umum muncul antara lain:

  • Batuk kering tanpa dahak
  • Demam ringan
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala ringan
  • Sulit bernapas atau bernapas cepat
  • Kulit berwarna kebiruan akibat kekurangan oksigen
  • Gejala sinustis seperti wajah terasa nyeri, hidung beringus, dan kadang-kadang rasa sakit dan demam.

ISPA tidak boleh disepelekan. ISPA dapat meningkatkan risiko Anda terkena pneumonia, terutama pada bayi dan anak-anak.

5. Kanker nasofaring

Karsinoma nasofaring adalah kanker yang menyerang rongga belakang hidung dan belakang langit-langit rongga mulut, hingga bagian atas faring (tenggorokan). Karsinoma sel skuamosa atau squamous cell carcinoma (SCC) adalah jenis kanker yang paling umum di daerah ini. SCC timbul dari jaringan lapisan hidung. Mimisan berulang adalah gejala umum dari karsinoma nasofaring. Kanker ini juga bisa menyebabkan ingus yang keluar selalu mengandung bercak darah.

About author