Investasi Properti Ratusan Triliun Rupiah Yang Ditawarkan REI

Investasi Properti Ratusan Triliun Rupiah Yang Ditawarkan REI

7 views
0

Lima negara menyatakan berminat untuk melakukan investasi di sektor properti dan industri pendukungnya. Kelima negara itu: Arab Saudi, Hong Kong, Uni Emirat Arab, Jepang dan Korea Selatan. “Tidak hanya di sektor perumahan, tapi juga sektor leisure,” ungkap Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata di Jakarta.

Investasi Properti Ratusan Triliun Rupiah Yang Ditawarkan REI

Ketertarikan investor dari lima negara tersebut disampaikan saat delegasi Indonesia menghadiri kongres Real Estate Dunia atau Federation Internationale des Administrateurs de Bien-Conselis Immobiliers (FIABCI) awal Mei 2018 di Dubai, Uni Emirat Arab. Menurut Soelaeman, dalam pertemuan di Dubai, REI menawarkan kerja sama proyek-proyek properti kepada para investor di Dubai. Terdapat 16 proyek dengan total Rp 128,96 triliun.

Ke-16 proyek properti nasional yang ditawarkan REI dalam Indonesia Dubai Realestat Investment Forum antara lain, proyek Anai International Resort di Padang (Sumatra Barat), Mandeh Resort Paradise di Mandeh (Sumatra Barat), Tanjung Buton Forest City di Dumai (Riau), Alam Sutera Realty di Serpong (Banten), dan Garuda Wisnu Kencana di Bali.

Kemudian proyek Citra Plaza Kemayoran City di Jakarta, Citra Towers Kemayoran Business District di Jakarta, Kota Jababeka di Cikarang (Jawa Barat), Eureka Creative City di Jakarta, Jimbaran Village di Bali, Multi Business Strategy di Jakarta, Integrated Concept Office SOHO Residensial di Tangerang Selatan (Banten), Pekanbaru Park di Riau, dan Housing Finance Company. “Kami juga mengenalkan tourism development dan sistem pemerataan ekonomi melalui pengembangan 10 kota baru, 10 destinasi wisata baru dan 10 kawasan ekonomi khusus kepada para investor,” tegas Soelaeman.

Dia menambahkan, Indonesia akan menjadi Tuan Rumah FIABCI December Meeting and Global Business Summit di Bali, pada 7-11 Desember 2018 mendatang. Di pertemuan tersebut akan dibahas menenai affordable housing and sustainable tourism development. Karena hanya di Indonesia, penyediaan hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah dilakukan berkolaborasi dengan swasta.

Salah satunya melalui Program Sejuta Rumah pada 2015 lalu. Banyak pengembang dunia yang menaruh minat berbagi pengalaman dengan Indonesia dalam penyediaan rumah terjangkau. Di pertemuan di Bali, kata Soelaeman, juga akan menjadi momentum untuk mengenalkan potensi sektor properti berbasis pariwisata kepada dunia internasional.

About author