Mencari Pemimpin Seperti Umar bin Khattab

Mencari Pemimpin Seperti Umar bin Khattab

147 views
0

Hangatnya politik di Indonesia memang selalu menarik untuk dibahas, apalagi saat menjelang waktu pemilihan. Para calon pemimpin biasanya akan ramai memperdagangkan janji-janji mereka kepada rakyat agar mereka nanti dipilih.

Mencari Pemimpin Seperti Umar bin Khattab

Sebagai warga negara yang tentu ingin memiliki pemimpin yang baik, kita juga harus cerdas dalam memilih calon pemimpin dan jangan asal mendengar janji mereka yang kebanyakan hanya hayalan belaka. Sedikit tentang kisah Umar bin Khattab yang menunjukkan seperti apa calon pemimpin yang benar-benar amanat dan jujur.

Pada saat itu, mulai dari Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan sampai Ali bin Abi Thalib, sebenarnya di antara mereka berempat tidak ada yang menginginkan posisi jadi khalifah. Namun, Abu Bakar memilih Umar bin Khattab untuk jadi khalifah kedua, Umar sangat keberatan dengan keputusan itu dan bahkan berkata kepada Abu Bakar bahwa ia sama sekali tidak menginginkan posisi jadi khalifah.

Abu Bakar memilih Umar secara langsung karena dia tahu bahwa hal yang paling ditakuti oleh Umar adalah menjadi pemimpin kaum Muslim. Dengan perasaan berat, Umar pun akhirnya menerima jadi khalifah kedua. Umar bahkan menangis sambil berdoa kepada Allah agar ia diberikan kekuatan untuk menjalankan tugas beratnya sebagai pemimpin. Beliau takut tanggung jawab besarnya ini akan menjerumuskannya ke neraka.

Islam di bawah kepemimpinan Umar ketika itu benar-benar mengalami kemajuan yang pesat dan hukum yang ditegakan sangat adil. Pada kenyataannya, pada masa kepemimpinan Umar-lah, umat Muslim berhasil menaklukan Suriah, Yerusalem, dan Persia.

Berbeda dengan zaman sekarang, banyak orang berbondong-bondong ingin jadi pemimpin seolah dia mampu melaksanakan tugasnya. Namun pada kenyataannya banyak yang lalai dan bahkan berkhianat pada janji-janji manisnya. Jadi intinya, ciri pemimpin yang baik itu adalah mereka yang benar-benar beriman dan bertaqwa, serta tidak ada sedikitpun dalam hatinya berkeinginan untuk jadi pemimpin.

About author