Profil Kelurahan: Kranji, Kabupaten Bekasi Barat

Profil Kelurahan: Kranji, Kabupaten Bekasi Barat

3 views
0

Kranji Adalah nama Desa/Kelurahan yang Diambil dari Nama tanaman Pohon Asem Kranji.

Menurut data dan informasi bahwa pemberian nama Kranji oleh para tokoh masyarakat, Tokoh Agama pada masa itu terhadap suatu wilayah yang terletak di  Barat memiliki nilai historis, dimana kondisi wilayah Barat pada masa itu banyak tanaman pohon asem Kranji, sehingga tokoh masyarakat dan tokoh Agama pada masa itu bersepakat untuk memberikan nama Kranji sebagai nama Desa Kranji di wilayah Barat, kemudian sekitar tahun 1975 terjadi pemekaran desa Kranji yang asalnya berada di wilayah Utara Kecamatan Medan Satria menjadi wilayah Kecamatan Bekasi Barat. Desa Kranji hingga sekarang menjadi Kelurahan Kranji yang terletak di Area Perumahan Duta Kranji Bekasi Barat dengan luas 249Ha. Bahasa daerah yang digunakan bahasa Betawi/Bekasi.

Sebagaimana diketahui bahwa Kelurahan Kranji Kecamatan Bekasi Barat Kota Bekasi terbentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 4 Tahun 2004 tanggal 28 Juni 2004 Tentang Pembentukan Lembaga Administrasi Kecamatan dan Kelurahan di Kota Bekasi, dengan batas batas wilayah adalah sebagai berikut:

  • Batas Wilayah Utara : Dibagian Utara berbatasan dengan Kelurahan Kotabaru dan Kelurahan Kalibaru.
  • Batas Wilayah Timur : Dibagian timut berbatasan dengan Kelurahan Kayuringin Jaya.
  • Batas Wilayahh Selatan : Dibagian Selatan berbatasan dengan Kelurahan Jakasampurna.
  • Batas Wilayah Barat : Dibagian Barat berbatasan dengan Kelurahan Bintara.

Sedangkan jarak ke pusat Pemerintahan :

  • Ke Kecamatan Bekasi Barat : ± 0.5 km
  • Ke Kota Bekasi : ± 1.5 km
  • Ke Ibu Kota Propinsi Jawa Barat : ± 130 km
  • Ke Ibu Kota Negara : ± 30 km

Kelurahan Kranji terletak di bagian Barat Kota Bekasi dengan luas wilayah 249,00 Ha atau 2.49 kmyang keadaan tanahnya termasuk tanah yang subur dan cocok untuk lahan pertanian holtikultura, ditinjau dari segala penggunaannya antara lain :

a. Perumahan :50,5 Ha2
b. Perkampungan/Pekarangan :96 Ha2
c. Tegalan/Kebun :87 Ha2
d. Empang : – Ha2
e. Lainlain :1,5 Ha2

Untuk memudahkan dalam memberikan pelayanan kepada warga masyarakat serta untuk menampung aspirasi masyarakat dalam membangun wilayah, maka telah dibentuk Rukun Warga (RW), Rukun Tetangga (RT) dengan berpedoman pada Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 05 Tahun 2015 Tentang Pedoman Pembentukan Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT). Selain itu, dibentuk Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dengan berpedoman pada Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 10 Tahun 2015 Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kota Bekasi yang berpedoman pada Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 15 Tahun 2015 Tentang Pedoman Pembentukan Badan Keswadayaan Masyarakat Kota Bekasi.

About author