Mengenal Suku Frisia dari Jerman

Mengenal Suku Frisia dari Jerman

78 views
0

Bangsa Frisia adalah suku Jermanik yang tinggal di daerah pesisir Belanda dan Jerman, terutama di provinsi Friesland dan Groningen, di Jerman, mereka tinggal di Frisia Timur dan Frisia Utara. Daerah yang mereka huni dikenal dengan nama Frisia. Mereka dikenal sebagai bangsa jangkung, bertulang besar dan berambut berwarna terang dan dikenal karena kaya akan sejarah. Dalam sejarahnya, pada tahun 799 M bangsa Viking Denmark mulai menggempur suatu wilayah yang saat itu dikenal dengan Frisia. Sebuah kawasan pantai Eropa yang terbentang dari Denmark hingga Belanda. Dari sanalah, bangsa Viking mengarungi sungai Loire serta Seine dan menjajah kota serta desa sampai ke pelosok Eropa. Pada tahun 845 M, bangsa viking sempat juga menjajah Paris. Raja Frank, Charles the Bald, membayar upeti 3.000 kilogram perak supaya mereka segera pergi meninggalkan kota itu. tetapi, mereka kembali lagi dan menjajah bukan hanya Paris saja, melainkan daerah-daerah luar kota seperti Troyes, Verdun, dan Toul.

Pada tahun 844 M  bangsa Viking berlayar ke Spanyol dan Portugal, dan menggempur kedua daerah itu untuk pertama kalinya. Mereka menjajah beberapa kota kecil dan sempat menduduki Seville untuk sementara waktu. Namun menurut kata “Cultural Atlas of the Viking World, ”para pejuang Arab melakukan pemberontakan. Hal ini menyebabkan bangsa Viking memukul mundur pasukannya. Suku banga Frisia ini merupakan salah satu suku bangsa Jermanik, yang menyebarkan bahasa Inggris Jermanik, yang kemudian dinamakan bahasa Chelitc. Hingga saat ini, bahasa Cheltik masih lestari di kawasan Skotlandia, Wales dan Cornwall. Dialek-dialek yang dipertuturkan oleh para pendatang yang menginvasi Britania pada zaman sekarang disebut dengan nama bahasa Inggris Kuno, dan akhirnya bahasa Anglo-Saxon.

Sebelum era Kristen, tidak hanya Britania, wilayah negara Belanda pun ditinggali oleh orang Jerman, suku Celtic. Sampai pada awal abad ke-5, wilayah selatan Rhine ini adalah bagian dari Kekaisaran Romawi. Mereka membangun jalan-jalan besar dan membangun banyak kota-kota. Akan tetapi, mereka tidak memperluas wilayahnya ke wilayah utara Belanda. Pasukan romawi mundur dari negara ini setelah kerajaannya hancur. Oleh sebab itui, hanya orang-orang Jerman, Frank, Saxon, dan Frisia yang tinggal di negeri kincir angin ini. Sampai pasukan Perancis menaklukan negeri ini dan menjadi penguasanya di abad ke 8 masehi. Dengan proses misionari, masyarakat Belanda banyak yang menjadi penganut Kristen. Salah seorang yang menjadi tokohnya adalah Santa Boniface.  Kemudian, Santa tersebut meninggal sebagai martir oleh pasukan Frisia pada tahun 754.

Dalam sejarahnya, suku bangsa Viking menyembah banyak dewa mistis, termasuk Odin, Thor, Frey, Freya, dan Hel. Odin, dewa kebijaksanaan dan perang, memimpin dewa-dewa ini. Istrinya adalah Frigga. Mungkin Thor adalah pembantai para raksasa serta penguasa angin dan hujan. Frey adalah dewa kedamaian dan kesuburan yang tidak bermoral. Saudara perempuannya Freya adalah dewi cinta dan kesuburan. Hel adalah dewi dunia bawah. Mungkin, berdasarkan cerita tersebut, kemudia suku bangsa ini disebut dengan bangsa Frisia.

About author